You are hereOPINI/OPINION / Membangun Horse Sport sebagai Entertainment Sport
Membangun Horse Sport sebagai Entertainment Sport
MEMBANGUN INDUSTRI OLAH RAGA BERKUDA
Membangun Industri hiburan berbasis olahraga Amerika lah jagonya. Sebut saja olahraga yang sederhana seperti atletik perorangan, Amerika bisa membuatnya menjadi sebuah industri. Bagaimana resepnya, ini menjadi pertanyaan besar buat saya.
Industri olah raga berkuda memiliki potensi yang besar bila bisa digarap menjadi sebuah industri hiburan berbasis olah raga. Hal ini dapat dilihat dari animo masyarakat untuk melihat olah raga pacuan kuda dimanapun diadakan. Barangkali hanya di kota Jakarta sajalah animo ini menjadi sangat lemah. Mungkin masyarakat kota Jakarta sudah terlalu capai disibukkan dengan hal-hal rutin sehari-hari yang menyita banyak waktu dan tenaga: bangun tidur, berangkat kerja, bekerja, pulang, dan tidur lagi. Oleh karena itu event-event besar pacuan kuda di Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas justru dipenuhi masyarakat dari luar kota. Bukan dari Jakarta sendiri. Fenomena seperti ini tidak berlaku di daerah-daerah. Kadang penonton yang hadir melimpah ruah namun jumlah race yang digelar sangat kurang, sehingga membuat penonton sangat kecewa.
Lalu bagaimana kita seharusnya membangun bisnis pacuan kuda yang menguntungkan bagi semua pihak (stake holder): panitia penyelenggara, penonton, pemerintah dan juga peternak serta pekerja-pekerja disektor kuda sport ini seperti perawat, jockey, pelatih, veteriner dll.
Melihat dari dekat profile penonton olah raga keras ini adalah kalangan menengah kebawah. Sedangkan pemilik kuda-kuda sport ini sebagian besar berasal dari kalangan menengah keatas. Kedua kelas masyarakat ini berbaur dilapangan dalam kegembiraan mendukung kuda-kuda mereka berpacu. Pacuan kuda juga sangat erat dengan budaya lokal. Daerah-daerah pertanian adalah daerah dimana masyarakatnya sangat mengagumi berbagai tontonan massal seperti halnya pacuan kuda dll. Dari sejarah masuknya kuda-kuda ke tanah air berasal muasal dari kebutuhan masyarakat akan bantuan hewan berkuku tunggal ini untuk tujuan angkutan pertanian, bekerja di landang pertanian dan alat transportasi kala itu. Jadi perkembangannya menjadi olah raga berkuda sangatlah alamiah.
Pada masyarakat modern seperti sekarang ini, olah raga selain menjadi kegiatan juga merupakan dunia bisnis yang dapat diandalkan sebagai tempat mencari nafkah bagi para stake holder. Oleh karena itulah maka seyogyanya dunia bisnis olah raga berkuda betul-betul bisa digarap dengan baik dan dikembangangkan untuk masa depan yang lebih baik.
TRACK PACU
Track pacu adalah infrastruktur utama dalam rantai industri pacuan kuda. Besar-kecilnya track pacu disuatu daerah akan menjadi penentu kualitas kuda-kuda pacu yang akan dikembangkan para peternak/breeder dikemudian hari. Pordasi telah membuat aturan bahwa standard nasional adalah lebar 16 M dan panjang track minimum 1200M.
Persoalannya muncul dimanakah kita akan membangun sebuah gelanggang pacuan kuda yang bisa diharapkan berkembang dengan baik, baik itu program pacuannya maupun secara bisnis bisa mendapatkan devisa bagi daerah tersebut. Sebuah gelanggang pacuan kuda yang megah dan baik akan menjadi tidak baik bila program pacuannya tidak effektif dan panitianya selalu merugi. Namun alangkah gembiranya kita mendapati jumlah penonton yang melimpah dengan lapangan pacuan yang sederhana dan program pacuan bisa berjalan dengan rutin.
Hal-hal diatas mestinya perlu dikaji dengan seksama oleh para penggemar kuda dan PORDASI dalam menempatkan sebuah gelanggang pacuan kuda permanen dimana unsur-unsur bisnis dan penontorn serta kuda beserta pemiliknya menjadi hal-hal yang harus diutamakan. Tanpa mempertimbangkan-hal-hal diatas niscaya masa depan gelanggang pacuan kuda itu akan menjadi sia-sia.
Daerah-daerah pertanian memiliki potensi besar menjadi arena pacuan kuda yang sangat bergengsi dikemudian hari. Pemikiran ini berkembang dengan melihat fakta bahwa penggemar kuda fanatik berada di daerah-daerah pertanian. Kedekatan dengan arena pacuan kuda itulah yang mendorong masyarakat berbondong-bondong menonton event pacuan kuda yang mereka dambakan. Dengan fanatisme inilah maka olahraga berkuda akan bisa bertahan lama dengan pengawalan dari masyarakat sekitarnya. Barangkali kota Lexinton, Kentucky bisa menjadi cermin dimana American Derby bisa bertahan sampai 125 tahun lebih. Dan Lexinton berada di daerah pertanian yang subur di tengah benua Amerika. Melbourne Australia juga berada didaerah subur bagian selatan benua Australia, disinilah beberapa track pacuan kuda tersohor didunia seperti Caulfield Racecouse, Flemmington Racecourse berada.
Lalu kita tengok bagaimana Gelanggang Pacuan Kuda Pulomas Jakarta, akankah bisa bertahan seperti yang kita harapkan? Tengok saja area penontonnya. Gelanggang ini tidak menyediakan tempat bagi penonton kelas bawah yang jumlahnya ribuan. Tribun yang ada hanya memuat maksimum seribu sampai 2000 orang saja. Selebihnya tidak ada lokasi kecuali dipinggir track yang sebentar lagi akan tergusur oleh bangunan lain. Dari sudut ini saja bisa dilihat bahwa Pulomas didesign sangat exclusive untuk penonton golongan atas saja. Golongan ini jumlahnya hanya berapa, sangat terbatas. Masyalah publikasi agenda pacuan kuda di Pulomas juga belum digarap maksimum apalagi kemasan sebagai entertainment sport buat masyarakat luas sangat jauh dari sasaran kegiatan bisnis. Ditambah dengan animo masyarakat Jakarta yang tidak apresiatif terhadap olah raga berkuda. Hal-hal seperi ini akan semakin membuat masa depat gelanggang yang dibuat pada tahun 1970 ini akan menuju kesia-siaan.
LAPANGAN PACUAN KUDA DAERAH
Daerah-daerah yang sekarang ini aktif mengadakan pacuan kuda meskipun belum memiliki arena yang memenuhi syarat sebagai track pacuan kuda standard nasional bisa saja melakukan kajian dengan lebih detil dan teliti dengan perhitungan-perhitungan yang sangat seksama untuk membangun Gelanggang Pacuan kuda yang bisa dikembangkan kedepan menjadi ajang Pacuan Kuda nasional yang besar. Persyaratan pendukung seperti: Animo penonton, suhu udara yang mendukung buat kuda, lokasi, transportasi dll menjadi hal yang perlu dipikirkan. Bagi para perternak dan pekerja di sektor ini, lokasi barangkali bukan menjadi masyalah besar, namun ketersediaan air bersih sehat serta rumput sebagai pakan kuda menjadi hal yang sangat dominan diperhitingkan.
PENEGAKKAN ATURAN DENGAN KONSISTENT
Pordasi telah memiliki cabang-cabang diberbagai pelosok tanah air. Juga telah memiliki peraturan organisasi dan lomba yang cukup lengkap sebagai dasar pengembangan pacuan kuda di Indonesia selanjutnya. Yang harus dilakukan sekarang adalah penegakan aturan baik itu untuk kejuaraan daerah maupun nasional. Serta pembinaan organisasi secara merata. Selain itu aturan yang hanya melingkupi Pacuan Kuda Poni perlu dikembangkan lagi dengan mencakup Pacuan Kuda Thoroughbred serta Pacuan Kuda Lokal. Pacuan Kuda Lokal meskipun kecil namun bisa menggairahkan dunia pacuan kuda di tanah air karena segmen ini penggemarnya sangat besar. Sedangkan Pacuan Kuda Thoroughbred adalah pacuan menuju gerbang ke Internasional sehingga kedepan kita bisa ikut andil di arena yang lebih luas. Dengan hanya membatasi pada Kuda Poni saja maka kita terasa terkungkung pada dunia kita yang sempit padahal era digital sekarang ini membuat dunia kita tak terbatas (borderless).
PETERNAK KUDA SPORT
Pembinaan terhadap peternak kuda sport perlu dilakukan lewat organisasi PORDASI bekerjasama dengan DepTan serta Perguruan Tinggi secara berkelanjutan. Para petani sebagai partner organisasi olahraga berkuda perlu terus-menerus disupply dengan informasi terkini perkembangan kuda pacu nasional. Informasi pejantan dan program perawatan dan kesehatan kuda menjadi hal yang sangat dibutuhkan oleh para peternak, disamping itu juga keberadaan para dokter hewan spesialis kuda sport yang saat ini masih sangat terbatas perlu didorong semakin diperbanyak dan ditingkatkan kualitasnya. Paling tidak disetiap kabupaten penghasil kuda sport minimum ada seorang dokter spesialis kuda sport yang bisa diandalkan.
Itulah sedikit pemikiran saya tentang mengembangkan industri pacuan kuda dan olah raga berkuda di Indonesia sehingga kedepan olah raga ini bisa berkembang dan memberikan konstribusi ekonomi buat "stake holder"nya.
Salam /Bpras/
Active forum topics
![]()
Close Up Updates
| INDONESIAN DERBY 2010 UPDATES |
| Derby Indonesia 2010 updates, seri bulan April 2010, silahkan baca update review Derby Indonesia 2010, siapa saja para penantang pada Indonesian Derby 2010 yang akan segera datang. Pernak pernik Derby Indonesia, Silahkan lihat profilenya di sini! | Indonesian Derby 2010 Update Review, who will challence Indonesian Derby 2010 that will be held shortly, anything about Indonesian Derby madness, Please click there profiles in here! |

Binuang Derby-2010 Horse Racing Championship held in Jakarta's Pulomas Horse Racing Course last June 20, 2010. Organized by the Pengda Pordasi Kalimantan Selatan and Racing Commission PP Pordasi. The championship is the last race before entering the Qualification Race for Indonesia National Championship Series I - 2010 held in July 11, 2010 and July 25, 2010. The Indonesian Horse Racing Championship runs in two legs, Series I held in July and Series II held in October every year. Pordasi Kalimantan Selatan's Team is a new comer in The National Horse Racing Championship and start participating in the race only this year. Read final result of the race


