You are hereBERITA/NEWS
BERITA/NEWS
BERITA BERKUDA / HORSE SPORT NEWS
![]() |
(Bantul: 10/5/2009: FSI).
Pacuan kuda saat ini sangatlah kompleks dibandingkan dengan pacuan kuda pada masa lalu. Tidak hanya masalah kudanya saja namun juga jockey, pemilik dan pelatih. Demikian dikatakan GBPH Yudhaningrat ditengah acara Pacuan Kuda Bupati Cup I 2009 lalu di Bantul Yogyakarta.
Pria yang populer dipanggil dengan "Gusti Yudha" oleh kalangan penggemar kuda itu menilai bahwa dunia pacuan kuda saat ini memerlukan perhatian dan keahlian untuk memanage dibandingkan dimasa silam.
Kuda pacu saat ini sudah merupakan hasil persilangan dari berbagai darah keturunan kuda terbaik, sedangkan dimasa lalu hanya merupakan hasil silangan kuda lokal saja. Untuk itu diperlukan jockey, pelatih, pemilik dan panitia serta organisasi yang betul-betul memahami permasalahan ini.
Pacuan kuda selain merupakan olah raga juga memiliki nilai budaya karena ke "klasikan" nya . Namun kita menghadapi kendala karena orang sudah terlanjur mencap dan menilai bahwa pacuan kuda identik dengan perjudian. Sehingga kurang "sreg" (enak . red) dihati ini. Demikian lanjut adik Raja Yogyakarta itu. Padahal olah raga berkuda merupakan sunnah Nabi Muhamad s.a.w selain olah raga lainnya.
Menanggapi tentang acara pacuan kuda di Bantul kali ini, Ketua Umum Pordasi DIY ini sangat berharap bahwa Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung bisa diterima oleh Pordasi Pusat sebagai ajang Kejurnas tahun 2009 ini. Kondisi lapangan baik track maupun kepanitiaannya telah mumpuni untuk penyelenggaraan Kejurnas Pacuan Kuda. Semoga Yogyakarta berhasil menjadi penyelenggara Kejurnas Seri II 2009 /Bpras/
![]() |
(Bantul: 10/5/2009: FSI).
Program turun ke daerah PP Pordasi tahun-tahun lalu telah meningkatkan animo masyarakat untuk lebih mengapresiasi olah raga berkuda di Indonesia. Hal ini terlihat dengan semakin banyaknya event pacuan kuda di daerah-daerah diseluruh negeri, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatra Barat, NTT. Manado dll. Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum PP Pordasi Bapak H. Eddy Saddak MBA ditengah-tengah acara Pacuan Kuda Bupati Cup I Bantul 2009 lalu di lapangan Sultan Agung Bantul Yogyakarta.
Peningkatan volume kegiatan dan kualitas lomba ini akan memicu kenaikan kebutuhan kuda, jockey, pelatih dan lain-lain, yang berimbas pada pentingnya peningkatan dan perbaikan organisasi Pordasi.
Perbaikan dan peningkatan itu meliputi personalia, managemen, peraturan lomba, juri, kualitas peternak, kualitas kuda, pelatih kuda, jockey, perawat dan lain sebagainya. Peningkatan volume kegiatan pacuan juga membutuhkan perbaikan penjadwalan waktu kegiatan diperbagai daerah sehingga tidak terjadi saling bersamaan.
Program dan strategi peningkatan ini akan dibicarakan bersama dalam rapat Kerja Nasional Pengurus Pordasi tahun ini.
Dalam pesan-pesannya kepada para penggemar olah raga berkuda Wakil Ketua Umum PP . Pordasi ini menyerukan untuk tetap "Maju Terus Pantang Mundur !". Semoga olah raga ini semakin berkibar. /Bpras/
Active forum topics
![]()
| INDONESIAN DERBY 2009 UPDATES |
![]() |
Derby Indonesia 2009 updates, seri bulan Juli 2009, silahkan baca update review para "contender", siapa saja para penantang pada Indonesian Derby 2009 kali ini. Silahkan lihat profilenya di sini! |





